Kamis, 20 Juli 2017

PEMBENTUKAN TIM KERJA



A. Pengertian Tim Kerja

   Tim merupakan kumpulan dua atau lebih orang yang bekerjasama secara utuh dan terikat oleh sistem dalam rangka mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Agar menjadi tim yang menguntungkan karena bekerja efektif, maka suatu tim harus memiliki beberapa karakteristik. Sangat tidak mudah untuk mengidentifikasi karakteristik yang tepat untuk suatu tim yang efektif. Suatu tim dianggap efektif atau tidak sangat tergantung dari kriteria yang diterapkan.


Berikut karakteristik tim kerja antara lain :

1. Ada kesepakatan dalam tim
2. Semua anggota mentaati peraturan yang telah dibuat
3. Pembagian tanggung jawab dan wewenang yang adil
4. Adanya adaptasi terhadap perubahan

B. Pembagian Peran Kepemimpinan 

      Agar suatu tim menjadi efektif, Suatu tim diharapkan terdiri dari orang-orang yang ditempatkan pada posisi yang benar-bebar sesuai dengan kompetensinya. Suatu kelompok harus mempunyai :

1. Seorang pemimpin (ketua), yaitu seorang pemikir yang disiplin yang 
bertugas 
    mengorganisir dan mengkoordinir tim, memelihara keseimbangan usaha dan 
    menjadi titik tumpu tim dalam menjaga posisi mereka.
2. Seorang pembentuk, orang yang memiliki kemampuan untuk memberikan 
    dinamika dan pengarahan kepada tim, menyediakan motivasi, kreatif.
3. Seorang pemikir, yang dapat menyediakan gagasan bagi kemajuan tim.
4. Seorang pengevaluasi, yang dapat mengevaluasi permasalahan yang ada dan 
    hasil kerja tim.
5. Seorang penyelidik sumber daya, yang menyediakan informasi dan jejaring 
    sosial dan relasi.

C.KOMUNIKASI

    Komunikasi dapat didefenisikan sebagai memberi atau bertukar informasi, isyarat, atau pesan melalui kata, gerakan badan atau tulisan. Defenisi ini menandakan bahwa komunikasi sebagai sebagai satu proses sepihak. Tapi sebenarnya tidaklah begitu, komunikasi bukan hanya sekedar menyampaikan pesan. Ini menyangkut interaksi antara dua insan atau lebih. Agar komunikasi menjadi efektif, kedua pihak harus terus menerus memberi dan menerima informasi baik lisan maupun tertulis. 

* Faktor komunikasi

   Dapat jadi penyebab konflik ketika para anggota sebuah organisasi maupun antar organisasi tidak dapat atau tidak mau untuk saling mengerti dan saling memahami dalam berbagai hal dalam organisasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar